Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3





Suatu hari, tinggal seorang Ibu dan anak di suatu desa. Ayahnya telah meninggal dunia sejak lama. Seorang Ibu yang bernama Mbok Randha ini memiliki anak yang gagah, giat bekerja, tekun, serta tampan. Ia bernama Jaka Tarub.

Lama-kelamaan Jaka Tarub tumbuh beranjak dewasa hingga sang Ibu menyuruhnya untuk segera mencari pendamping hidup dan menikah. Namun, si Jaka Tarub mengelak tidak ingin menikah terlebeih dahulu.

Tiba-tiba pada suatu hari Mbok Randha jatuh sakit hingga meninggal dunia. Jaka Tarub pun menyesal karena tidak bisa menuruti keinginan sang Ibu hingga ditinggalkan Ibunya untuk selamanya.

Semenjak kematian Ibunya, semua pekerjaan yang dilakukan Jaka Tarub pun menjadi terbengkalai. “Sia-sia aku bekerja. Untuk siapa hasilnya?” demikian gumam Jaka Tarub.
Ketika malam tiba, Jaka Tarub bermimpi bahwa ia telah memakan daging rusa. Keesokan harinya, ia pergi ke hutan untuk mencari rusa. Namun, tak ditemukan ada binatang satu pun.
Hingga akhirnya sang pemuda ini melewati sebuah telaga. Disana ada 7 bidadari sedang mandi serta bermain air. Jaka Tarub pun terpikat akan kecantikan para bidadari. Diambilnya selendang milik salah satu bidadari. Seusainya bermain air para bidadari pun berdandan serta mengenakan selendang masing-masing. Bidadari lain kembali ke kahyangan tapi tidak dengan satu bidadari yang kehilangan dan mencoba menemukan selendangnya.
Jaka Tarub pun menanyakan pada bidadari yang bernama Nawang Wulan akan apa yang terjadi dan berusaha menolongnya. Seiring berjalan waktu mereka selalu bersama hingga menikah sampai mereka memiliki anak.
Saat menikah Nawang Wulan pun melakukan rahasianya yaitu Ia bisa memasak menggunakan satu butir beras, dengan sebutir beras itu ia dapat menghasilkan nasi yang banyak.
Di lumbung padi milik Jaka Tarub, tiba-tiba Nawang Wulan menemukan selendangnya yang dulu telah hilang. Ia kesal kepada suaminya. Akhirnya, istrinya pun meninggalkan Jaka Tarub suaminya untuk selamanya dan memberikan anaknya yaitu Nawangsih untuk hidup bersama ayahnya. Sedangkan Nawang Wulan kembali ke kahyangan.


A. Mengidentifikasi Nilai-nilai dan Isi Hikayat

Hikayat merupakan cerita melayu klasik yang menonjolakan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh tokohnya. Kagiatan mendengarkan hikayat memiliki banyak manfaat. Kita akan mengetahui tentang budaya, moral, dan nilai-nilai kehidupan lain. Dari cerita hikayat, kita dapat memetik nilai-nilai kehidupan sebagai cermin bagi kehidupan kita.   

Nilai–Nilai dalam setiap cerita hikayat membawa misi dan nilai–nilai kehidupan. Nilai–nilai dalam cerita hikayat masih relavan dengan kehidupan saat ini. Nilai yang terkandung di dalam cerita hikayat ini ialah sebagai berikut:

Nilai Moral
Nilai agama
Nilai budaya
Nilai edukasi
Nilai sosial
Nilai budi pekerti

 B. Unsur-Unsur Hikayat


  • Alur
Alur adalah urutan peristiwa dalam sebuah cerita yang sambung menyambung berdasarkan hubungan sebab – akibat.

  • Tema
Suatu gagasan pokok / ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan.

  • Pernokohan
Cara pengarang menggambarkan karater tokoh-tokoh dalam cerita.

  • Sudut Pandang
Cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang cerita.

 C. Mengidentifikasi Karakteristik Hikayat

Hikayat merupakan sebuah teks narasi yang berbeda dengan narasi lain. Adapun karakteristik hikayat antara lain:

  • Terdapat kemustahilan dalam cerita
  • Kesaktian tokoh-tokohnya
  • Anonim
  • Istana Sentris
  • Menggunakan alur berbingkai atau cerita berbingkai

  • Kemustahilan
Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau bisa dinalar.

  • Kesaktian

Kesaktian dalam Hikayat Indera Bangsawan ditunjukkan dengan kesaktian kedua pangeran kembar, Syah Peri dan Indera Bangsawan. Adapun ketiga tokoh tersebut sebagai berikut :
  1. Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan.
  2. Raksasa memberi sarung kesaktian untuk  mengubah wujud dan kuda hijau untuk mengalahkan Buraksa.
  3. Indera Bangsawan mengalahkan Buraksa.

  • Anonim
Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan.


  • Istana Sentris
Hikayat seringkali bertema dan berlatar belakang kerajaan. Seperti hal nya dalam Hikayat Indera Bangsawan latar tempat cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja serta istana dalam suatu kerajaan.
Jika kamu pernah menemukan teks yang didalamnya berisi ajakan kepada seseorang, singkat padat dan jelas mungkin itu adalah teks eksposisi. Karena ciri teks ini menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana.

Struktur yang menyusun teks eksposisi sama dengan struktur penyusun Teks Editorial/Opini, dimana didalamnya ada 3 struktur yaitu Pernyataan pendapat (tesis), Argumentasi, Pernyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration)

Pengertian Teks Eksposisi

Teks Eksposisi adalah sebuah teks yang berisi informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat dan padat. 
Tujuan teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

Struktur Teks Eksposisi

Ketiga struktur penyusun teks eksposisi sebagai berikut:
  1. Pernyataan Pendapat (tesis) adalah bagian teks yang berisikan pernyataan pendapat (tesis) penulis. disebut juga bagian pembuka.
  2. Argumentasi adalah bagian yang memuat alasan yang bisa memperkuat argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak suatu gagasan.
  3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration) adalah bagian yang berisi penegasan ulang pendapat penulis.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
  • Gaya informasi yang mengajak
  • Biasanya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana
  • Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
  • Gaya bersifat informatif
  • Fakta dipakai sebagai alat kontribusi
  • Singkat, padat, akurat
  • Berusaha menjelaskan sesuatu
  • Fakta juga dipakai sebagai alat konkritasi
  • Penyampaian secara lugas serta memakai bahasa yang baku
  • Tak memihak, yang berarti tak memaksakan kemauan penulis pada pembaca
  • Fakta dipakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi
  • Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Ciri kebahasaan yang ada pada teks ekposisi:
  • Menggunakan pronomina: Jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. 
  • Memakai konjungsi: Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi.
  • Memakai kata leksikal tertentu (kata yang mengacu pada kamus): Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

  • Teks Eksposisi Ilustrasi
Menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat. Menggunakan frasa penghubung.
  •  Teks Eksposisi Berita
Memberikan informasi dari suatu kejadian, sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
  •  Teks Eksposisi Perbandingan
Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode
perbandingan.
  • Teks Eksposisi Proses
Berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.
  • Teks Eksposisi Definisi
Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
  •  Teks Eksposisi Pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.”
  • Teks Eksposisi Analisis
Proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.


Contoh Teks Eksposisi Singkat

Berikut ini contoh singkat teks eksposisi dengan strukturnya, dengan judul: Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah


Tesis:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah satu dari beberapa faktor penting untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Setiap sekolah selalu mengajarkan siswa-siwi agar menjaga kebersihan.

Tak jarang banyak dilakukan lomba kebersihan sekolah untuk menarik minat siswa-siswi agar peduli terhadap kebersihan. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas.

Argumentasi:
Di kelas biasanya dilakukan pembagian piket per hari untuk menjaga kebersihan, petugas piket biasanya melakukan tugas untuk menyapu, menghapus papan tulis, dan mempersiapkan alat tulis guru.

Di hari jumat semua anggota kelas melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Salah satu manfaatnya yaitu membuat hubungan antara murid dan murid maupun guru dan murid semakin akrab.

Penegasan Ulang: 
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan menjadi faktor penting demi meraih proses belajar mengajar yang nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kebersihan seseorang dan kesehatannya. Sehingga kebersihan adalah usaha manusia sehingga lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus.